Selamat dan semangat pagi anak-anak kelas 7F-H SMPN20 Surakarta.
Berjumpa kembali dalam Pembelajaran Jarak jauh Mata Pelajaran IPS.
Saat ini kita akan belajar Materi “PENINGGALAN SEJARAH ISLAM DI INDONESIA”
Silahkan kalian baca dan fahami materi dibawah ini serta lihat videonya.
Selamat belajar dan tetap laksanakan prokes kesehatan.
PENINGGALAN SEJARAH ISLAM DI iNDONESIA
a. Masjid
Masjid merupakan tempat untuk ibadah bagi para pemeluk agama Islam. Bangunan masjid yang berasal dari masa kerajaan-kerajaan beragama Islam di wilayah Indonesia diantaranya bangunan Masjid Demak (Demak,Jawa tengah), Masjid Menara Kudus (Kudus,Jawa tengah), Masjid Sendang Duwur (Tuban, Jawa timur), Masjid Agung Kasepuhan (Cirebon,Jawa barat), Masjid Sunan Ampel (Surabaya, Jawa timur), Masjid Baiturakhman (Banda Aceh), Masjid Angke (daerah Jakarta), Masjid Ketangka (Makassar)
b. Keraton
Bangunan Keraton merupakan istana tempat tinggal bagi raja atau sultan bersama sanak keluarganya. Bangunan keraton/istana kerajaan Islam ada di Jawa, dan beberapa lainnya ada di daerah pulau Sumatra, bangunan keraton/istana merupakan sebuah karya arsitek yang umumnya memadukan antara kebudayaan setempat dengan sebuah kebudayaan dari Islam. Keraton-keraton yang pembangunanya berasal dari masa kerajaan – kerajaan bercorak Islam di wilayah Indonesia diantaranya Keraton Kaibon di Banten, Keraton Kasepuhan di Banten, Keraton Kasunanan serta Keraton Pakualaman di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta, Keraton Kasultanan di Aceh, dan Istana Maimun di medan.
c. Makam
Makam merupakan tempat dikebumikannya seseorang yang telah meninggal dunia (wafat). Makam-makam para raja atau makam para orang kaya/bangsawan dibuat secara sangat megah serta permanen. kebanyakan makam kuno yang bercorak Islam terdiri dari tiga komponen utama yaitu Jirat, Nisan, dan bangunan Cungkup. Jirat atau Kijing merupakan bangunan yang biasanya terbuat dari batu yang di tembokkan serta mempunyai bentuk persegi panjang. Nisan merupakan tonggak pendek yang biasanya terbuat dari batu atau kayu yang akan ditanam diatas Jirat. Biasanya pada nisan ada beberapa tulisan-tulisan sebagai tanda peristiwa atau sejarah orang yang dikubur/makamkan. Sedangkan bangunan cungkup merupakan sebuah bangunan yang mirip rumah yang dibangun di atas Jirat (untuk melindungi Jirat dari cuaca panas serta hujan).
Makam-makam yang ditemukan berasal dari masa kerajaan bercorak Islam di wilayah Indonesia diantaranya makam dari Sultan Malik al Saleh (Aceh darusallam), makam dari Fatimah Binti Maimun (Jawa Timur), makam dsari Maulana Malik Ibrahim (Jawa Timur), makam dari Sultan Suryansyah (Kalimantan), makam dari Sultan Hasanuddin (Sulawesi Selatan), dan banyak lagi.
d. Kaligrafi
Kaligrafi merupakan seni melukis yang indah dengan cara merangkai huruf-huruf Arab atau dari ayat Al Qur’an menjadi banyak bentuk yang diinginkan. Seni kaligrafi umumnya terdapat pada dinding-dinding suatu bangunan masjid yang utamanya pada bagian mihrabnya, gerbang/gapura masjid, gerbang/gapura makam, dan juga di nisan-nisan kubur.
e. Karya Sastra
Karya sastra yang biasanya dihasilkan pada saat masa kerajaan-kerajaan Islam kebanyakan berisikan ajaran khusus seperti ilmu tasawuf atau budi pekerti atau perilaku yang baik, maupun tentang filsafat kemasyarakatan. Kesusastraan umumnya juga ditulis dalam berbagai bentuk, seperti suluk (berisi tentang ajaran tasawuf), syair, hikayat, serta babad. Karya-karya sastra yang saat pembuatanya berasal dari masa kerajaan – kerajaan Islam di wilayah Indonesia diantaranya Suluk Sukarsa, Suluk Wujil, Syair Perahu, Syair si Burung Pingai, Hikayat Amir Hamzah, dan Babad Tanah Jawi