Assalamu’alaikum Wr. Wb

Selamat pagi anak-anak, apa kabar kalian hari ini? Semoga selalu dalam keadaan yang baik-baik saja. Minggu ini kita masih akan belajar mengenai buku fiksi dan non fiksi sebagaimana materi yang kita pelajari minggu lalu.

Apa Itu Buku Fiksi dan Nonfiksi?

Buku fiksi adalah buku yang menceritakan kejadian tidak nyata atau tidak benar-benar terjadi. Bisa dibilang kalau buku fiksi ini berisi cerita khayalan atau rekaan pengarang/penulisnya. Penulis mengajak pembaca untuk ikut serta terjun dalam dunia imajinasinya. Karena berasal dari imajinasi penulisnya, jadi buku fiksi tidak membutuhkan pertanggungjawaban mengenai isinya. Contoh buku fiksi antara lain dongeng, novel, puisi, cerita pendek, hikayat, dan komik.

Setelah kamu mengetahui apa itu buku fiksi, sekarang kita akan membahas mengenai buku nonfiksi. Buku nonfiksi adalah buku yang ditulis berdasarkan data dan fakta. Jadi, isi dari buku nonfiksi harus benar-benar dipertanggungjawabkan oleh penulisnya, dan isinya pun harus informatif. Contohnya adalah buku pelajaran, dokumenter, esai, opini, biografi, ensiklopedia, dan laporan ilmiah.

Meskipun kamu menemukan ada suatu buku yang berisi kisah-kisah sejarah dan didukung dengan data-data riset, namun belum bisa dipastikan buku tersebut masuk dalam cerita fiksi atau nonfiksi sebelum kamu mengetahui unsur-unsurnya.

Unsur-unsur Buku Fiksi

Agar kamu semakin mudah mendapatkan informasi dari jenis karya tulis fiksi, kamu harus mengetahui juga unsur-unsur penyusunnya. Kira-kira ada apa aja ya? Yuk, langsung kita cek di bawah ini!

contoh buku fiksi dan unsurnyaContoh buku fiksi

 

Unsur pertama tentu saja datang dari sampul atau cover buku. Di sini, kamu akan menemukan berbagai informasi mengenai isi buku, seperti judul, penulis, penerbit, tahun terbit, dan informasi-informasi lainnya yang tentunya bermanfaat bagimu. Pada umumnya, kata-kata yang terdapat pada sampul buku nonfiksi lebih santai dan menggunakan gaya bahasa, bahkan bisa menggunakan bahasa tidak baku.

Contohnya bisa kamu lihat pada judul buku berikut ini:

  • Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin – Tere Liye.
  • DILAN: Dia adalah Dilanku tahun 1990 – Pidi Baiq.
  • Aroma Karsa – Dee Lestari.
  • Shanghai Girls: Perjuangan sepasang gadis mencari kebahagiaan di tanah Amerika – Lisa See.

Pokok Bab Buku

Unsur selanjutnya adalah pokok bab buku. Apakah itu pokok bab buku? Di sini, kamu akan mendapatkan informasi mengenai kata pengantar. Nah, di dalam kata pengantar, biasanya penulis akan memberikan gambaran mengenai isi buku dan ucapan terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu. Pada pokok bab buku fiksi, kata pengantar dan ucapan terima kasih tersebut biasanya dibuat singkat dengan penggunaan gaya bahasa.

Judul Bab dan Sub-bab

Kamu bisa melihat isi keseluruhan bab dan sub-bab dalam buku dengan melihat daftar isi. Oh iya, daftar isi tentu saja disusun secara urut, ada yang mencantumkan halaman, ada juga yang tidak mencantumkan halamannya di daftar isi. Dengan adanya daftar isi, kamu jadi lebih mudah dalam mendapatkan informasi mengenai isi buku, bukan?

Tema

Unsur ini sangat penting bagi jalannya cerita fiksi. Tema merupakan gagasan pokok dalam sebuah karya tulis. Dari tema inilah bisa dijabarkan sehingga isi cerita terstruktur dan tetap sesuai tema.

Penokohan atau Perwatakan

Tokoh juga unsur yang sangat penting bagi cerita fiksi. Tokoh adalah gambaran setiap individu di dalam cerita lengkap dengan karakternya. Nahngomong-ngomong karakter, dalam penokohan itu ada karakter protagonis yang digambarkan dengan tokoh utama/baik, antagonis (yang menentang protagonis biasanya digambarkan dengan watak jahat), dan tritagonis (tokoh pembantu protagonis).

Bahasa yang Digunakan

Bahasa yang digunakan pada buku fiksi sebagian besar menggunakan bahasa konotatif atau makna yang tidak sebenarnya, guys. Karena tujuan utama dari buku fiksi adalah sebagai hiburan, jadi bahasa yang digunakan juga harus indah dan menghibur. Jadi, mengutamakan gaya bahasa juga nih. Kamu bisa menggunakan majas seperti personifikasi, metafora, hiperbola, dll.

Contohnya pada kalimat berikut ini yang menggunakan majas personifikasi (benda mati seperti layaknya manusia/hidup):

Matahari mulai menampakan dirinya dan tersenyum pada bumi

Atau pada contoh berikut ini yang menggunakan majas hiperbola (melebih-lebihkan dari kenyataan):

Hatiku rasanya hancur berkeping-keping

Penyajian Alur Cerita

Alur cerita merupakan rangkaian atau urutan peristiwa yang membentuk suatu cerita. Ada alur maju, mundur, dan campuran. Untuk membentuk sebuah karya fiksi yang menghibur diperlukan penyajian alur yang menarik.

Alur maju memiliki jalan cerita yang peristiwanya dimulai dari awal hingga akhir, jadi berurutan gitu, guys. Kemudian ada alur mundur, jalan ceritanya dimulai dari akhir ke awal. Jadi, di alur mundur, penulis memulai cerita dengan konflik, sehingga alur cerita mundur untuk melihat masa lalu/kilas balik untuk mendapatkan penyelesaian. Sedangkan alur campuran merupakan gabungan alur maju dan mundur. Pada alur campuran, penulis memulai ceritanya di tengah, sehingga ada kilas balik dan masa depan.

 

Unsur-unsur Buku Nonfiksi

Nah, kira-kira unsur buku nonfiksi itu sama dengan fiksi tidak ya? Agar tidak larut dalam rasa penasaran, kita cek satu per satu unsur-unsur buku nonfiksi di bawah ini ya, guys!

Contoh buku nonfiksi dan unsurnyaContoh buku nonfiksi

Sampul Buku

Pada sampul atau cover buku nonfiksi, kurang lebih sama dengan buku fiksi. Kamu akan menemukan informasi seperti judul buku, penulis, penerbit, tahun terbit, ada juga yang menyertakan edisi bukunya. Pada sampul buku nonfiksi, kamu akan menemukan judul buku yang umumnya menggunakan kata baku sesuai dengan KBBI.

Contoh judul buku nonfiksi, yaitu:

  • Dasar-dasar Biokimia: Edisi Revisi – Anna Poedjiadi.
  • Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat – Mark Manson.
  • Cheesy Notes from Holland: Catatan Perjalanan Tak Terlupakan di Belanda – Yuhendra.
  • Fiqih Sunnah Wanita: Segala hukum fiqih yang berkaitan dengan wanita ada di sini – Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim.

Pokok Bab Buku

Pada pokok bab buku nonfiksi, penulis akan menggunakan bahasa yang cenderung formal dan baku. Selain terdapat kata pengantar, beberapa karya tulis juga menjelaskan mengenai latar belakang, tujuan, dan manfaat penulisan karya tersebut.

Judul Bab dan Sub-bab

Unsur selanjutnya hampir sama dengan buku fiksi, yaitu daftar isi disusun berurutan dan disertai halaman. Dengan begitu kamu akan lebih mudah menemukan bagian yang ingin kamu tuju.

Isi

Bagian selanjutnya yang menjabarkan unsur-unsur sebelumnya adalah isi buku. Pada bagian isi terdapat pendahuluan, utama (isi), dan penutup. Tentu saja, dalam buku nonfiksi bagian isi akan dijelaskan secara rinci, jelas, bahasa yang baku (bisa juga baku dan santai), dan didukung oleh data-data penelitian/riset. Bagian ini terlihat jelas membedakan antara buku fiksi dan nonfiksi.

Cara Menyajikan Isi

Kamu bisa mengenali bagian ini pada daftar pustaka atau referensi, guys. Dengan daftar pustaka, kamu bisa mengetahui dari mana saja penulis mendapatkan sumber referensi bagi karya tulisnya. Sehingga, kamu juga bisa mencari tau informasinya lebih lanjut pada referensi tersebut.

Bahasa yang Digunakan

Sebelumnya kita sudah tau kalau bahasa yang digunakan dalam buku nonfiksi adalah kata baku yang sesuai dengan KBBI. Apabila ada kata serapan atau kata yang cukup asing didengar oleh masyarakat, maka penulis mencantumkannya di glosarium. Dengan begitu, ketika pembaca kesulitan mengetahui arti atau maksud dari kata tersebut bisa langsung melihat glosarium. Eitts, tapi buku nonfiksi juga tidak harus menggunakan bahasa baku yang kaku ya, guys. Bisa juga menggunakan bahasa seperti pada tulisan ilmiah populer.

Oh iya, buku nonfiksi juga harus menggunakan bahasa denotatif agar tidak menimbulkan kesalahpahaman bagi pembaca, tentu saja harus jelas dan to the point juga ya. Ingat ya, kan tujuan buku nonfiksi itu yang utama sebagai pemberi informasi bagi pembacanya, juga sebagai motivasi dan inspirasi.

Sistematika Penulisan

Buku yang kita baca kalau sistematikanya teratur tentu memudahkan kita dalam memahami maksud isi bukunya, bukan? Terlebih jika buku itu adalah nonfiksi, tulisannya harus sistematis. Setiap detail informasi termasuk penyajian data harus disajikan secara terstruktur dan berurut agar pembaca tidak bingung membaca karya tulismu. Coba bayangkan kalau buku pelajaran yang kamu baca tidak terstruktur dan acak-acakan, kira-kira kamu makin semangat belajar atau justru malas membacanya? Tentu saja  akan kurang diterima dengan baik, bukan? Jadi, harus memperhatikan sistematika penulisan ya, guys!

Itu dia unsur-unsur buku fiksi dan nonfiksi. Semua unsur tersebut sangat penting bagi suatu karya tulis. Gimana nih guys, apakah kamu masih belum paham? Semoga penjelasan di atas bermanfaat bagimu dan bisa dengan mudah kamu pahami ya.  (*)

52 Replies to “MINGGU KE-10 BAHASA INDONESIA KELAS 7 | BUKU FIKSI DAN NON FIKSI”

  1. Assalamu’alaikum
    Nama : Surya Adyatmayasa Widyadhana
    Kelas : 7E
    No. Absen : 28

  2. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Nama : Nalendra Andhika Sinarya
    Kelas : 7B
    Nomor : 27

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *