Assalamu’alaikum Wr. Wb

Halo anak-anak bagaimana kabarnya? Semoga kalian tetap sehat dan semangat mengikuti pembelajaran jarak jauh ya. Kita akan melanjutkan belajar bab yang ke 7 yaitu Interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Materi kita terbagi menjadi 2 yaitu ekosistem dan saling ketergantungan. Untuk materi ekosistem sudah bu Maya jelaskan pada pembelajaran google meet kemarin. Hari ini bu Maya akan menjelaskan tentang saling ketergantungan. Bu Maya uraikan terlebih dahulu materi yang akan kita pelajari hari ini, kemudian kalian simak video penjelasannya pada bagian akhir.

INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA

A. Satuan-satuan Ekosistem

  1. Individu

Individu adalah organisasi terkecil dalam ekosistem, yang merupakan makhluk hidup tunggal.

Contoh: seekor rusa, sebatang pohon mangga.

  1. Populasi

Populasi adalah sekumpulan makhluk hidup sejenis dalam suatu tempat tertentu.

Contoh:

  • Beberapa ekor lele di kolam ikan
  • Dua ekor sapi di kandang

3. Komunitas

Komunitas adalah interaksi antar populasi di suatu tempat pada waktu tertentu. Misalnya, komunitas hutan terdiri atas populasi pohon jati, populasi harimau, dan populasi jamur.

  1. Ekosistem

Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan. Berdasarkan proses terjadinya ekosistem dibedakan menjadi dua yaitu,:

  1. Ekosistem alam, yaitu ekositem yang terjadi tanpa campur tangan manusia terjadi secara alami

Contoh: danau, rawa, sungai, hutan, padang rumput, gurun.

2. Ekosistem buatan, yaitu ekosistem yang terjadi karena dibuat oleh manusia

Contoh: akuarium, sawah, lading, tambak

Berdasarkan tempatnya ekosistem dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Ekosistem darat (terrestrial), misalnya hutan, ladang, padang rumput, kebun
  2. Ekosistem air (akuatik), misalnya laut, sungai, kolam, danau.

5. Biosfer

Biosfer adalah kumpulan dari ekosistem yang terdapat dibumi. Biosfer terdiri atas berbagai macam ekosistem. Biosfer terdiri atas:

  1. Hidrosfer (ekosistem perairan)
  2. Litosfer (ekosistem daratan)
  3. Atmosfer (udara)

Komponen penyusun ekosistem

a. Komponen Biotik adalah komponen yang terdiri dari makhluk hidup.

  1. Produsen
    • Produsen adalah makhluk hidup yang mampu menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik.
    • Proses tersebut hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan yang berklorofil dengan cara fotosintesis.
    • Contohnya adalah ganggang, lumut, dan tumbuhan hijau.
  2. Konsumen
    • Konsumen berarti makhluk hidup pemakan produsen atau zat organik lain.
    • Konsumen disebut juga makhluk hidup heterotrof
    • Semua hewan dan tumbuhan tak berklorofil (misalnya tali putri) termasuk konsumen
    • Berdasakakn jenis makanannya konsumen dikelompokan menjadi,: Herbivora (pemakan bijian, tumbuhan).Contohnya adalah sapi, rusa, kelinci, belalang, dan ulat. Karnivora (pemakan daging) Contohnya adalah kodok, laba-laba, elang, ular, dan kucing. Omnivora (pemakan segala) Contohnya adalah beruang, kera, orang hutan, siamang, dan manusia.
    • Berdasarkan makhluk hidup yang dimakannya konsumen dikelompokan menjadi,: Konsumen I (konsumen primer) adalah yang memakan tumbuhan secara langsung. Konsumen II (konsumen sekunder) adalah konsumen pemakan konsumen tingkat I. Konsumen III (konsumen primer) adalah konsumen pemakan konsumen tingkat II
  3.  Dekomposer
    • Dekomposer adalah pengurai sampah atau bangkai, contohnya bakteri pembusuk dan jamur.
    • Dekomposer menguraikan bahan organik menjadi bahan-bahan anorganik, air, dan gas.
    • Selanjutnya hasil penguraian tersebut dimanfaatkan lagi oleh produsen.
  4.  Komponen Abiotik

Komponen abiotik  adalah komponen yang terdiri dari benda tak hidup. Beberapa contoh komponen abiotik.

  1. Gas Karbondioksida dan Oksigen

Jumlah gas CO2 di udara sekitar 0,3%, sedangkan gas O2 mencapai 21%. Gas CO2 diperlukan tumbuhan untuk berfotosintesis. Gas O2 diperlukan tumbuhan, hewan, dan manusia untuk bernapas.

  1. Air

Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup karena 90% tubuhnya terdiri dari air.

2. Tanah

Tanah mengandung air tanah, udara tanah, garam mineral, dan humus. Tanah berpengaruh terhadap keanekaragaman organisme

3. Suhu

Suhu di permukaan bumi dipengaruhi oleh cahaya matahari dan tumbuhan. Suhu lingkungan berpengaruh terhadap jenis makhluk hidup yang menghuni suatu lingkungan.

4. Kelembaban

Daerah pegunungan memiliki kelembapan udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pantai. Perbedaan kelembapan berpengaruh pada perbedaan organisme.

5. Cahaya Matahari

Cahaya matahari adalah sumber energi utama ekosistem. Cahaya matahari diperlukan tumbuhan untuk fotosintesis. Tumbuhan dan hewan tidak dapat hidup tanpa cahaya matahari. Cahaya mempengaruhi suhu lingkungan, tingkah laku dan kegiatan hewan.

6. Ruangan

Ruangan merupakan komponen abiotik yang digunakan oleh makhluk hidup untuk hidup, bergerak, tumbuh, dan berkembang biak.

 

c. Habitat dan Nisia

  1. Habitat

Habitat adalah tempat yang cocok dan sesuai dengan  kebutuhan hidup setiap makhluk hidup.

  1. Nisia

Nisia adalah Peranan  atau  pekerjaan  setiap makhluk hidup

Nisia berkaitan dengan jenis makanan, cara mencari makan, dan waktu mencari makan.

Nisia terbentuk untuk menghindari persaingan (kompetisi) antar spesies

 

Saling Ketergantungan

Dalam ekosistem terjadi hubungan timbal balik atau interaksi antara komponen biotik dan komponen abiotik atau sesama komponen biotik.

  1. Interaksi antara komponen biotik dan abiotik.

Interaksi antara komponen biotik dan abiotik dapat terjadi melalui hubungan:

a. Komponen biotik mempengaruhi komponen abiotik

Contoh:

  • Cacing tanah dapat menggemburkan tanah
  • Tumbuhan dapat menahan erosi tanah

b. Komponen abiotik memepengaruhi komponen biotik

Contoh:

  • Udara digunakan hewan untuk bernafas,
  • Pupuk dibutuhkan padi untuk pertumbuhan
  • Air dibutuhkan hewan dan tumbuhan untuk proses metabolisme.
  1. Interaksi antar komponen biotik

Interaksi yang terjadi antar komponen biotik membentuk pola tertentu. Berikut ini beberapa bentuk interaksi antar komponen biotik

  1. Rantai makanan

Rantai makanan adalah peristiwa makan-dimakan yang digambarkan dalam bentuk linier atau dengan urutan tertentu. Setiap peristiwa rantai makanan selalu diawali dari tumbuhan hijau yang berperan sebagai produsen makanan.

2. Jaring-jaring makanan

Jaring-jaring makanan adalah kumpulan dari beberapa rantai makanan yang saling berhubungan.

Contoh:

  1. Piramida makanan

Piramida makanan adalah gambaran yang menunjukkan perbandingan antara jumlah makanan, komposisi jumlah biomassa, dan jumlah energi antara produsen, konsumen tingkat I, konsumen tingkat II, konsumen tingkat III dan seterusnya hingga tingkat puncak. Bentuk piramida semakin keatas semakin kecil karena selama proses perpindahan energi terjadi penyusutan jumlah energi setiap trofik. Piramida makanan yang seimbang apabila jumlah setiap trofik semakin keatas jumlahnya semakin sedikit

Gambar piramida makanan yang seimbang

 

Pola Interaksi organisme

Macam-macam pola interaksi organisme dalam ekosistem, antara lain:

  1. Netralisme

Netralisme adalah hubungan antar individu yang tidak saling mempengaruhi (netral) meskipun hidup di dalam habitat yang sama.

Contohnya: Interakasi antara kambing dan kupu-kupu, interaksi antara burung dan laba-laba.

2. Predatorisme

Predatorisme adalah pola interaksi dimana hewan yang satu memangsa hewan lainnya. Contohnya:  ular memangsa tikus, singa memangsa rusa, dan beruang memangsa ikan. Hewan pemangsa disebut predator.

3. Kompetisi

Persaingan antar makhluk hidup dalam satu ekosistem karena adanya kebutuhan hidup yang sama. Kompetisi berlangsung di alam bebas atau di tempat budidaya. Di dalam kompetisi bisa terjadi dalam keadaan seimbang atau tidak seimbang. Jika yang berkompetisi dari populasi yang sama-sama kuat maka akan terjadi pertarungan sehingga salah satu populasi akan kalah.

4. Simbiosis

Simbiosis adalah interaksi yang erat antara dua organisme yang berbeda spesies. Simbiosis dibedakan menjadi:

a. Simbiosis Mutualisme

            Simbiosis mutualisme adalah interaksi saling menguntungkan antara dua organisme.

Simbiosis mutualisme ini bersifat sangat erat, sehingga masing-masing organisme tidak dapat hidup mandiri.

b. Simbiosis Parasitisme

Simbiosis parasitisme adalah interaksi antara dua organisme berbeda jenis dimana salah satu pihak mendapatkan untung, sedangkan pihak lain dirugikan.

Pihak yang untung disebut parasit, sedangkan pihak yang rugi disebut inang.

c. Simbiosis Komensalisme

Simbiosis komensalisme adalah interaksi antara dua jenis organisme dimana satu pihak diuntungkan dan pihak yang lain tidak diuntungkan dan juga tidak dirugikan.

Organisme yang mendapat keuntungan disebut komensal.

5. Antibiosis

Antibiosis adalah interaksi antar organisme dimana salah satu organisme menghasilkan zat antibiotik atau racun yang berbahaya bagi organisme lainnya.

Contoh: hubungan antara jamur Penicillium notatum dengan bakteri.

Jamur Penicllium notatum mengeluarkan zat zat antibiotika yang disebut pinisilin sehingga akan dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

  1. Peran Pengurai dalam Proses Penguraian dan Penyediaan Zat Hara

Pengurai merupakan kunci berlangsungnya daur makanan. Tanpa pengurai, zat organik di dalam ekosistem akan bertimbun dan tidak dapat dimanfaatkan kembali oleh produser. Bangkai atau sampah akan diuraikan oleh dekomposer menjadi air, meniral, dan gas-gas. Air dan mineral yang meresap ke dalam tanah akan dimanfaatkan lagi oleh tumbuhan.

31 Replies to “MINGGU KE 6 IPA KELAS 7E-H | INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *