Assalamu’alaikum anak-anakku yang soleh solekhah, selamat jumpa lagi di pembelajaran matematika dengan bu Diana. Sudahkah kalian tersenyum hari ini? Yuk kita senyum agar imun kita meningkat, semoga kita semua sehat penuh semangat.

Sebelum kita mulai terlebih dahulu kita awali dengan membaca al fatikhah dan do’a akan belajar, semoga ilmu yang kita peroleh ini membawa manfaat bagi kita dunia akhirat. Aamiin

Anak-anakku yang hebat, di minggu kemarin kalian sudah mengetahui bahwa materi yang pertama yaitu bab Kekongruenan dan kesebangunan, nah pada pembelajaran hari ini kita akan membahas tentang:

4.1 kekongruenan pada bangun datar.

Apa itu kekongruenan? Bagaimana kalian dapat mengidentifikasi dua bangun datar dikatakan kongruen?

Coba kalian buka buku paketmu halaman 202. Di buku paket tersebut terdapat gambar (a) yaitu gambar  dua

mobil warna hijau yang bentuknya sama dan besarnya sama, sedangkan gambar (b) adalah gambar dua mobil

warna merah yang besarnya tidak sama, bentuknya juga tidak sama. gambar (a) itu adalah dua mobil yang

kongruen, sedangkan gambar (b) adalah dua mobil yang tidak kongruen. Jadi apa itu dua bangun yang

kongruen? Dua bangun atau lebih dikatakan kongruen jika bangun tersebut memiliki bentuk dan ukuran yang

sama, serta sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.  Jadi terdapat dua syarat agar dua bangun atau lebih

dikatakan kongruen (sama dan sebangun), yaitu:

(1) sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang, dan

(2) sudut-sudut yang bersesuaian sama besar

Untuk jelasnya silahkan kalian baca buku paketmu halaman 208

Untuk menentukan panjang sisi dan besar sudut yang belum diketahui dengan menggunakan kedua syarat

tersebut. Sebagai contoh:

Diketahui trapesium ABCD kongruen dengan trapesium PQRS.

a. Jika panjang sisi AB = 40 cm, BC = 21 cm, RS = 16 cm, dan PS = 15 cm, tentukan panjang sisi AD, DC, PQ, dan

QR!

b. Jika besar ∠A = 60, ∠B = 40, Berapakah besar ∠R dan ∠S?

Jawab:

a. Karena bangun ABCD ≅ PQRS, maka sisi-sisi yang bersesuai sama panjang sehingga diperoleh panjang

AB = PQ, BC = QR, CD = RS, dan AD = PS

AD = PS = 15, DC = RS = 16, PQ = AB = 40, dan QR = BC = 21

Jadi panjang AD = 15 cm, RS = 16 cm, PQ = 40 cm, dan QR = 21 cm

b. Karena bangun ABCD ≅ PQRS, maka sudut-sudut yang bersesuai sama besar sehingga diperoleh besar

∠A = ∠P, ∠B = ∠Q,  ∠C = ∠R,  ∠D = ∠S.

Karena ∠A dan ∠D berpelurus (ingat sifat sudut pada trapesium) maka besar ∠D = 180 –  ∠A = 180 – 60 = 120.

Padahal ∠S = ∠D ,  jadi besar  ∠S = 120

Karena ∠B dan ∠C berpelurus (ingat sifat sudut pada trapesium) maka besar ∠C = 180 –  ∠B = 180 – 40 = 140.

Padahal ∠R = ∠C ,  jadi besar  ∠R = 140

Nah anak-anakku sayang, sudah ibu jelaskan tentang bangun-bangu datar yang kongruen beserta cara menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan kekongruenan. Silahkan kalian pelajari lebih lanjut di buku paketmu halaman 202 s.d 215, kemudian kalian lihat video pembelajaran yang ada di bawah ini dan selanjutnya kalian kerjakan soal yang ada di buku paket latihan 4.1 halaman 212 n0mer 5, 7, dan 9 di buku tugasmu.

Untuk pertemuan selanjutnya kita akan membahas tentang kekongruenan dua segitiga, bisa kalian baca dulu buku paketmu halaman 216 – 224

Tetap belajar dengan sungguh-sungguh, stay at home, semoga tetap sehat selalu

Wassalamu’alaikum wr wb

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7 Replies to “MINGGU KE-2 MATEMATIKA KELAS 9 A – D ! KEKONGRUENAN ! SMPN 20 SKA”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *