MINGGU KE-10 IPS Kls 8 A-F Pengaruh Perubahan Ruang Dan Interaksi Antar Ruang di Negara-negara ASEAN

MAPEL               : Ilmu Pengetahuan Sosial

Hari / Tanggal  : Rabu, 16 September 2020

Materi                 : Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi antar Ruang Terhadap

Kehidupan Negara-negara ASEAN

Assalamualaikum Wr. wb

Selamat Pagi anak-anak, jumpa lagi dengan bu Endah dalam Pembelajaran Jarak Jauh, Sebelum mulai pelajaran, ibu ingatkan supaya anak-anak selalu mematuhi protokol kesehatan dengan rajin menccuci tangan, menggunakan masker dan selalu menjaga jarak.

  1. Perubahan Ruang dan Interaksi Antar Ruang Akibat Faktor Alam
  1. Faktor Iklim

Perubahan ruang dan interaksi antarruang negara-negara ASEAN dipengaruhi faktor iklim, yaitu : iklim matahari, iklim muson, dan iklim fisis.

a.1. Iklim klim matahari adalah iklim yang pembagiannya berdasarkan banyaknya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Intensitas panas yang diterima suatu tempat dipengaruhi oleh letak garis lintang. Oleh karena itu, iklim matahari disebut juga iklim garis lintang. Adapun  pembagian daerah iklim matahari adalah sebagai berikut.

Pembagian Iklim Matahari

a.2. Iklim fisis adalah menurut keadaan atau fakta sesungguhnya di suatu wilayah muka bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Misalnya, pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka bumi, angin, dan curah hujan. Iklim fisis dapat dibedakan menjadi iklim laut, iklim darat, iklim dataran tinggi, iklim gunung/pegunungan

a.3. Lokasi negara-negara ASEAN yang berada di antara Benua Asia dan Benua Australia menyebabkan wilayah ini memiliki pola arah angin yang Berganti setiap setengah tahun sekali. Angin ini disebut angin muson timur dan angin  muson barat. Masing-masing angin tersebut menyebabkan terjadinya musim kemarau dan musim hujan. Iklim yang dipengaruhi tiupan angin muson disebut iklim muson.

Berdasarkan kondisi iklim matahari, muson atau fisis, hampir seluruh negara ASEAN memiliki kesamaan kondisi. Kondisi iklim yang sama ini membuat  negara-negara di ASEAN ini bekerja sama atau bahu membahu untuk saling  membantu.

Negara-negara ASEAN kadang mengalami perubahan iklim yang tidak terprediksi, akibat perubahan pola penggunaan lahan dan perilaku yang menimbulkan pemanasan global. Perubahan iklim memicu terjadinya bencana alam klimatik, yaitu bencana alam yang disebabkan kerusakan faktor-faktor iklim.

Sebagai upaya menanggulangi bencana di kawasan Asia Tenggara, ASEAN melakukan kerja sama antarnegara anggotanya. Contoh kerja sama ASEAN menanggulangi bencana klimatik adalah saat kebakaran hutan hebat di Sumatera pada 2015, Malaysia dan Singapura atas nama ASEAN memberikan pinjaman pesawat pemadam kebakaran.

Indonesia dan beberapa negara ASEAN lain membantu Filipina yang mengalami bencana badai Haiyan pada 2014.

  1. Faktor geologi

Berdasarkan faktor geologi, seperti kondisi tanah dan batuan penyusunnya di bumi, negara-negara ASEAN berada di daerah tumbukan antarlempeng. Lempeng di wilayah negara-negara ASEAN antara lain Lempeng India-Australia, Lempeng Sunda (bagian dari Lempeng Eurasia), Lempeng Filipina dan Lempeng Pasifik. Tumbukan lempeng identik dengan kemunculan gunung berapi.

Rangkaian gunung di kawasan negara-negara ASEAN dikenal dengan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Pergerakan lempeng yang bertumbukan mengakibatkan terjadinya bencana geologis seperti gempa bumi. Bila tumbukan lempeng terjadi di laut atau memengaruhi pergerakan gelombang laut, gempa bumi dapat menimbulkan bencana tsunami

Beberapa  negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand dan Myanmar, pernah mengalami gempa yang memakan banyak korban jiwa. Sebagian besar korban akibat tsunami yang terjadi setelah gempa. Korban tsunami yang menggemparkan dunia terjadi di Indonesia, yaitu tsunami di Aceh pada 2006. Negara-negara ASEAN sebagai organisasi atau negara-negara tetangga melalui Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok, fasiitas kesehatan, maupun donasi untuk perbaikan lingkungan dalam masa pemulihan.

  1. Faktor sumber daya alam

Hampir semua negara-negara ASEAN memiliki sumber daya alam berupa barang tambang, kecuali Singapura. Setiap jenis barang tambang memiliki kegunaan tertentu untuk menunjang kehidupan masyarakat. Wilayah Singapura sangat sempit sehingga sumber daya alam barang tambang terbatas, tetapi menguasai perdagangan dan industri.

Negara-negara ASEAN yang kaya dengan barang tambang mentah mengekspornya ke Singapura untuk diolah menjadi berbagai barang kebutuhan pokok. Negara-negara ASEAN yang lain juga melakukan kegiatan yang serupa dengan volume yang berbeda-beda sesuai kemampuan masing-masing. Barang tambang negara-negara ASEAN Maka, untuk memenuhi kebutuhannya, negara-negara anggota ASEAN melakukan pertukaran sumber daya alam dalam kegiatan jual beli. Kegiatan jual beli dan pertukaran sumber daya ini adalah bentuk interaksi antarnegara-negara ASEAN dengan bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  1. Pengaruh Perkembangan Ilmu Dan Teknologi Terhadap Perubahan Ruang
  1. Teknologi Transportasi

Teknologi transportasi mencakup berbagai bentuk alat transportasi di darat, laut dan udara. Ilmu dan pengetahuan yang semakin luas memungkinkan perkembangan berbagai macam alat transportasi yang nyaman, cepat, dan tingkat keamanan tinggi. Contoh kereta cepat monorel, pesawat terbang, speed boat yang terus mengalami perbaikan demi kenyamanan penumpang.

Perkembangan teknologi transportasi membawa perubahan aktivitas manusia yang berakibat terhadap perubahan tata kehidupan.

Perkembangan transportasi membutuhkan ruang sebagai sarana dan prasarana. Semakin banyak alat transportasi di darat, laut dan udara maka sarana dan prasarana penunjang semakin mendesak pembangunannya, seperti perluasan jalan, terminal, bandara, dermaga atau pelabuhan.

Pembangunan prasarana transportasi akan mengubah kondisi wilayah di suatu negara. Lahan-lahan produktif seperti hutan atau sawah diubah untuk membangun jaringan jalan. Di beberapa negara ASEAN, rekayasa jaringan lalu lintas transportasi darat sudah canggih. Contoh Singapura dan Thailand yang mengembangkan transportasi darat bawah tanah. Perubahan penggunaan lahan sebagai sarana transportasi juga terjadi di sekitar bandara. Lahan yang sebelumnya digunakan sebagai pemukiman atau persawahan dikonversi demi perluasan area bandara.

  1. Pengaruh Teknologi komunikasi

Komunikasi adalah cara manusia saling berhubungan atau berinteraksi. Cara berkomunikasi pertama kali diajarkan oleh ibu kepada anaknya, yang disebut bahasa ibu. Contoh bahasa ibu, bahasa Indonesia, bahasa Melayu, bahasa Inggris atau bahasa lain.

Ilmu pengetahuan berjasa mengubah perkembangan teknologi komunikasi menjadi semakin canggih. Teknologi komunikasi memungkinkan informasi menyebarluas dalam waktu singkat. Perkembangan teknologi komunikasi sangat menguntungkan karena mengurangi jarak dan waktu

Berbeda dari keadaan masa lalu, komunikasi menggunakan surat sehingga butuh waktu lama sampai ke tujuan. Meski begitu, perkembangan teknologi komunikasi juga menimbulkan kerugian, yaitu mengurangi intensitas interaksi secara langsung antar masyarakat.

Perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat di negara-negara ASEAN sebagai akibat perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi dapat dilihat dalam berbagai aspek, yaitu sosial, ekonomi, budaya dan keamanan.

  1. Akibat perkembangan Teknologi Transportasi dan Komunikasi

Teknologi yang berkembang pesat, baik teknologi informasi, komunikasi, maupun transportasi. Sehingga orang dapat berhubungan melewati batas-batas negara.

Dampak Positif

  1. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
  2. Terjadinya industrialisasi
  3. Produktifitas dunia industri semakin meningkat.
  4. Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.

Dampak Negatif

  1. Di bidang teknologi terjadi penyalahgunaan fungsi teknologi untuk hal-hal yang melanggar norma, seperti video porno yang direkam via handphone, atau kasus penipuan via internet
  2. Kerahasiaan alat tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk. Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.
  3. Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang berpengetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu komputer yang tinggi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbankan dan lain-lain.
  4. Pengaruh Perubahan Ruang Terhadap Kehidupan Ekonomi

Ada 5 aspek yang berpengaruh, lho. Kelima aspek tersebut adalah aspek produksi, aspek pembiayaan, aspek tenaga kerja, aspek jaringan informasi, dan aspek perdagangan

  1. Pada aspek produksi, fokusnya adalah bagaimana suatu perusahaan bisa melakukan produksi di berbagai negara supaya biaya produksinya menjadi lebih rendah.
  2. Sedangkan aspek pembiayaan bertujuan supaya sebuah perusahaan, khususnya perusahaan global, memiliki akses untuk memperoleh pinjaman atau melakukan investasi di berbagai negara.
  3. Nah, kalau aspek tenaga kerja menitikberatkan pada kemampuan suatu perusahaan untuk memanfaatkan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhannya. Tenaga kerjanya ini tidak hanya tenaga kerja lokal. Tapi juga tenaga kerja asing dari berbagai negara yang berbeda-beda.
  4. Aspek jaringan informasi ini lebih menekankan pada kemudahan untuk mendapatkan informasi dari negara-negara lain di seluruh dunia karena sudah adanya kemajuan teknologi. Dengan semakin meluasnya jaringan informasi ini, kegiatan perekonomian antar negara juga bisa menjadi semakin mudah. Oh iya, masih ada aspek terakhir!
  5. Aspek perdagangan ini melakukan penurunan dan penyeragaman tarif,serta mencoba menghapus berbagai hambatan non tarif yang bisa membuat kegiatan perekonomian tersendat.

 

  1. Pengaruh Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Industri dan Pemungkiman terhadap Perubahan Ruang dan Interaksi AntarRuang
  2. Faktor pendorong terjadinya alih lahan pertanian
  1. Pertumbuhan penduduk yang pesat Dengan  jumlah daratan yang tetap, namun jumlah penduduk yang terus meningkat, tentu dapat menyebabkan berbagai dampak bagi lingkungan tempat tinggal mereka. Salah satunya yakni adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian guna memenuhi berbagai kebutuhan hidup yang juga meningkat.

2 . Kenaikan kebutuhan masyarakat untuk permukiman Adanya pertumbuhan demografi tentu saja juga

menuntut kebutuhan-Kebutuhan dasar termasuk tempat tinggal. Ketika lahan di daerah

permukiman sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan yang diminta, maka konversi lahan pertanian           menjadi kawasan rumah menjadi pilihan sebagai salah satu solusi permasalahan tersebut.

  1. Tingginya biaya penyelenggaraan pertanian Untuk mengolah sawah atau lahan pertanian dari lapisan tanah agarmendapatkan hasil yang optimal tentu saja membutuhkan modal yang tidak sedikit, belum lagi jika barang-barang pertanian tersebut mengalami kenaikan seperti pada saat naiknya harga bahan bakar minyak, maka harganya bisa melambung menjadi dua kali lipat. Kenaikan harga pupuk, benih pertanian, biaya irigasi, hingga harga sewa tenaga petani membuat para pemilik sawah mempertimbangkan untuk menjual sawah mereka atau mengalihkan fungsi lahan menjadi bangunan atau tempat wirausaha.
  2. Menurunnya harga jual produk-produk pertanian Selain membutuhkan modal yang lumayan, para petani juga harus siap menerima resiko lain, yakni hasil panen yang tidak baik atau bahkan gagal panen. Dimana harga jual produk pertaniannya menjadi sangat rendah atau malah tidak laku di pasaran. Jika hal ini terjadi maka petani akan menderita kerugian yang tidak sedikit pula. Tantangan lain ialah adanya penurunan harga hasil pertaniannya karena faktor-faktor tertentu.
  1. Kurangnya minat generasi muda untuk mengelola lahan pertanian Anggapan masyarakat, khususnya para generasi muda mengenai sektor pertanian masih belum sepopuler bidang-bidang usaha yang lain. Para pemuda misalnya, ketika ditanya mengenai cita-cita mereka, maka hampir bisa dipastikan akan menyebutkan berbagai profesi lain selain menjadi petani. Meski tidak sedikit juga masyarakat yang telah menjadi petani sukses, namun profesi petani saat ini memang masih sering dianggap sebagai profesi yang berada pada kelas menengah ke bawah, sehingga cenderung dihindari oleh para generasi muda. Dan sebagai akibatnya, para orang tua yang mempunyai sawah atau lahan pertanian akan menjual lahannya kepada orang lain. Sedangkan bagi mereka yang mewariskan kepada anaknya yang tidak berminat mengelola sawah, maka besar kemungkinan lahan tersebut akan mengalami alih fungsi.
  2. Pergantian ke sektor yang dianggap lebih menjanjikan Seiring berkembangnya pengetahuan, teknologi, serta bertambahnya wawasan para pemilik lahan pertanian, maka tidak sedikit dari mereka yang sengaja mengalihkan fungsi lahan pertanian ke sektor usaha lain. Dengan harapan perekonomian dapat semakin meningkat, mereka mulai mendirikan tempat-tempat industri, peternakan, serta tempat usaha lain di atas lahan pertaniannya.
  3. Lemahnya regulasi pengendalian alih fungsi lahan Yakni ketidaktegasan peraturan pemerintah maupun pejabat mengenai pengendalian fungsi lahan. Ketidaktegasan tersebut diantaranya meliputi kekuatan hukum, ketegasan penegak hukum, dan sanksi pelanggaran.

Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian

  1. Berkurangnya lahan pertanian

Dengan adanya alih fungsi lahan menjadi non-pertanian, maka otomatis lahan pertanian menjadi semakin berkurang. Hal ini tentu saja memberi dampak negatif ke berbagai bidang baik secara langsung maupun tidak langsung.

  1. Menurunnya produksi pangan nasional

Akibat lahan pertanian yang semakin sedikit, maka hasil produksi juga akan terganggu. Dalam skala besar, stabilitas pangan nasional juga akan sulit tercapai. Mengingat jumlah penduduk yang semakin meningkat tiap tahunnya sehingga kebutuhan pangan juga bertambah, namun lahan pertanian justru semakin berkurang.

  1. Mengancam keseimbangan ekosistem

Dengan berbagai keanekaragaman populasi di dalamnya, sawah atau lahan-lahan pertanian lainnya merupakan ekosistem alami bagi beberapa binatang. Sehingga jika lahan tersebut mengalami perubahan fungsi, binatang-binatang tersebut akan kehilangan tempat tinggal dan bisa mengganggu ke permukiman warga. Selain itu, adanya lahan pertanian juga membuat air hujan termanfaatkan dengan baik sehingga mengurangi resiko penyebab banjir saat musim penghujan.

  1. Sarana prasarana pertanian menjadi tidak terpakai

Untuk membantu peningkatan produk pertanian, pemerintah telah menganggarkan biaya untuk membangun sarana dan prasarana pertanian. Dalam sistem pengairan misalnya, akan banyak kita jumpai proyek-proyek berbagai jenis jenis irigasi dari pemerintah, mulai dari membangun bendungan, membangun drainase, serta infrastruktur lain yang ditujukan untuk pertanian. Sehingga jika lahan pertanian tersebut beralih fungsi, maka sarana dan prasarana tersebut menjadi tidak terpakai lagi.

  1. Banyak buruh tani kehilangan pekerjaan

Buruh tani adalah orang-orang yang tidak mempunyai lahan pertanian melainkan menawarkan tenaga mereka untuk mengolah lahan orang lain yang butuh tenaga. Sehingga jika lahan pertanian beralih fungsi dan menjadi semakin sedikit, maka buruh-buruh tani tersebut terancam akan kehilangan mata pencaharian mereka.

  1. Harga pangan semakin mahal

Ketika produksi hasil pertanian semakin menurun, tentu saja bahan-bahan pangan di pasaran akan semakin sulit dijumpai. Hal ini tentu saja akan dimanfaatkan sebaik mungkin bagi para produsen maupun pedagang untuk memperoleh keuntungan besar. Maka tidak heran jika kemudian harga-harga pangan tersebut menjadi mahal

  1. Tingginya angka urbanisasi

Sebagian besar kawasan pertanian terletak di daerah pedesaan. Sehingga ketika terjadi alih fungsi lahan pertanian yang mengakibatkan lapangan pekerjaan bagi sebagian orang tertutup, maka yang terjadi selanjutnya adalah angka urbanisasi meningkat. Orang-orang dari desa akan berbondong-bondong pergi ke kota dengan harapan mendapat pekerjaan yang lebih layak. Padahal bisa jadi setelah sampai di kota keadaan mereka tidak berubah karena persaingan semakin ketat.

Untuk lebih jelasnya, kalian perhatikan baik-baik penjelasan bu Endah dalam Video berikut ini !

Terimakasih, kalian sudah memperhatikan penjelasan bu Endah, tetap semangat dan persiapkan untuk Ulangan Tengah Semester minggu depan dengan membuka kembali materi PJJ yang sudah ibu sampaikan sebelumnya.

Wassalamualaikum Wr.Wb

17 Comments
  1. Syifana Atika Mulya
  2. Aprilia Zulfa Transylla
  3. Nisaaa
  4. Naura Fadila H.M
  5. Alexandria maharani
  6. Elaaaaaa
  7. Alicia eager u
  8. Dufi Putra Al Khairy
  9. Diana purwita sari
  10. Amara_Or
  11. AMELDA FATMAWATI.
  12. Revana Meilany
  13. Asyraf Zahirul U.A.
  14. Nevta hr
  15. Arba
  16. Fadil Abdilah Muizz
  17. Kanira Jahrani Ranggadewani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *